topmetro.news, Medan – Operasi Disaster Victim Identification (DVI) di Sumatera Utara terus berjalan intensif seiring upaya penanganan korban bencana alam di berbagai wilayah. Tim gabungan yang terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel DVI Polda Sumut dikerahkan ke seluruh kabupaten/kota. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, menyampaikan bahwa operasi dilakukan secara menyeluruh untuk mempercepat proses identifikasi.
Hingga Selasa, 2 Desember 2025, tim berhasil mengidentifikasi 290 korban dari 12 kabupaten/kota. Proses ini didukung data sekunder seperti ciri fisik, sidik jari, dan properti korban, mengingat banyak jenazah masih dalam kondisi utuh pada fase awal. Seluruh korban yang telah teridentifikasi telah dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
Meski begitu, tantangan baru mulai muncul. Sebanyak 122 orang masih tercatat hilang, dan sejumlah jenazah diperkirakan sudah mulai mengalami pembusukan. Kondisi ini membuat identifikasi lanjutan membutuhkan metode primer seperti pemeriksaan DNA, terutama ketika ciri fisik atau sidik jari tidak lagi dapat dikenali. Penandaan khusus juga disiapkan untuk pemakaman jenazah yang belum teridentifikasi.
Data terkini menunjukkan Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan dampak paling besar, disusul Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga. Pemerintah daerah bersama tim kesehatan menyiapkan perawatan bagi korban luka di rumah sakit setempat, termasuk kemungkinan rujukan ke Kota Medan. Distribusi obat dari Mabes Polri telah dilakukan ke wilayah yang paling membutuhkan.
Operasi DVI akan terus berlangsung sejalan dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah. Tim kesehatan dan identifikasi dari Polda Sumut dan Mabes Polri tetap bersiaga di lapangan, terutama menghadapi fase krusial pekan depan ketika kondisi jenazah diperkirakan memburuk. Upaya ini diharapkan mempercepat proses pemulihan dan memastikan seluruh korban dapat terdata dengan akurat.
REPORTER ABDUL MILALA

